Home GovernmentGovernment Hebat! Ketua DK OJK RI: Realisasi Kredit Nasional Turun, NTB Justru Mampu Naik Signifikan

Hebat! Ketua DK OJK RI: Realisasi Kredit Nasional Turun, NTB Justru Mampu Naik Signifikan

by admin

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) RI, Prof Wimboh Santoso, mengapresiasi pencapaian angka kredit di Provinsi NTB, yang justru naik signifikan sebesar 21%, di saat nilai kredit secara nasional turun. Hal ini, tentu merupakan bukti nyata sinergi semua pihak di bawah kepemimpinan Gubernur NTB-Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc-Dr. Hj Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd

“Provinsi NTB nilai kreditnya justru mengalami kenaikan 21 persen. Ini seharusnya menjadi indikator penting. Sehingga dapat ditingkatkan lagi kualitas pelayanannya oleh perbankan dan lembaga keuangan lain,” ujar Prof Wimboh, saat memberikan sambutan dalam acara peresmian Gedung baru OJK NTB, yang berdiri diatas lahan 1865 m2. Yang dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, Komisi 11 DPR RI, Forkopimda NTB dan Walikota Mataram, Senin (09/11/2020)

Data OJK menyebutkan, hingga 5 Agustus 2020 realisasi kebijakan restrukturisasi kredit di NTB telah mencapai Rp1,35 triliun untuk 23.045 debitur Bank Umum. Sementara debitur BPR yang mendapatkan restrukturisasi sebanyak 5.157 debitur dengan nilai Rp252,66 miliar. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan di NTB sudah diberikan kepada 50.888 kontrak dengan nilai Rp1,38 triliun.

Secara nasional kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK pada Bulan Maret lalu telah berhasil menjaga stabilitas sektor jasa keuangan. Hingga 5 Oktober 2020 realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan mencapai Rp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur. Terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun, dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69 triliun.

Prof Wimboh optimis pemulihan ekonomi Provinsi NTB akibat dampak pandemi Covid-19, akan dapat terus didorong untuk membaik secara cepat. Karena daerah ini, memiliki banyak potensi sektor ekonomi untuk dikembangkan. OJK menawarkan, perekonomian NTB bisa didorong dengan membangun kluster-kluster ekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan. Dan bisa menarik perhatian sektor jasa keuangan seperti perbankan ataupun pasar modal. OJK sudah secara rutin memberikan dukungan dalam menggerakkan perekonomian melalui berbagai program UMKM di sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, peternakan dan pariwisata.

“Sembilan tahun OJK yang akan berulang tahun pada bulan ini bisa dirasakan denyutnya oleh masyarakat dalam membangun industry jasa keuangan yang sehat dalam mendukung perekonomian yang baik. Potensi NTB di empat sektor tersebut akan terus kita gali dan kembangkan terutama di masa pandemic seperti sekarang. Intinya tidak boleh berpasrah dengan situasi”, tandas Wimboh.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada OJK yang telah banyak membantu penguatan ekonomi di NTB, Khususnya pada dukungan sektor kuangan dan perbankan. Ia pun meminta agar OJK NTB bisa memprioritaskan Bank Wakaf Mikro (BWM) yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil dengan pola system Syariah.

“Kita optimis dengan komitmen OJK NTB dalam membantu perekonomian NTB. BWM ini penting untuk jadi program prioritas OJK NTB guna membantu masyarakat kecil mengakses lembaga keuangan. Mereka (masyarakat kecil, red) selama ini lebih ‘percaya’ kepada rentenir, karena mudah mendapatkan pinjaman”, ujar Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB yang juga Dosen Ekonomi Universitas Indonesia ini. (TGoY)

You may also like

Leave a Comment