Home GovernmentGovernment Menyikapi Fenomena Rencana Kehadiran Alfamart di Kota Bima

Menyikapi Fenomena Rencana Kehadiran Alfamart di Kota Bima

by admin

Oleh: Muhammad Saleh, SE (Manager Sentral Muslim Group)

Akhir akhir ini Kota Bima Heboh dengan Rencana kehadiran Alfamart. Sebagaimana yang biasa kita lihat dan dengar pada umumnya bahwa setiap ada kebijakan baru pemerintah tentu ada pihak yang pro dan kontra adalah sesuatu yang wajar.

Alfamart sendiri adalah jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Gerai ini umumnya menjual berbagai produk makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya.

Lebih dari 200 produk makanan dan barang kebutuhan hidup lainnya tersedia dengan harga bersaing, memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.

Djoko Susanto merupakan CEO dari Alfa Supermarket atau dikenal sebagai Alfamart yang memiliki 16 ribu toko franchise tersebar di seluruh Indonesia.

Banyak manfaat yang diperoleh Masyarakat dengan adanya Alfamart.Masyarakat bisa terbantu dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. Tak hanya itu, tenaga kerja lokal juga akan banyak diserap. “Ini karena setiap toko menyerap 8-10 orang karyawan, itu di luar karyawan office. Per September 2015, jumlah karyawan Alfamart mencapai 103.683 orang,”

Selain itu Alfamart menjalin kerjasama Kemanusiaan salah satunya dengan LAZISMU diantaranya membantu Korban Gempa Palu dan Donggala beberapa waktu lalu.

Baca :
http://www.lazismudiy.or.id/lembaga-zakat-infak-donasi-konsumen-alfamart-lazismu-salurkan-1000-family-kit-untuk-warga-korban-gempa-palu/

Lebih dari itu, minimarket juga menyediakan kemudahan fasilitas pembayaran seperti tagihan listrik, air, telepon, TV kabel, pajak, kredit finansial, pembelian tiket KA, hingga pembayaran booking tiket pesawat.

Kehadiran minimarket di suatu daerah juga memberi keuntungan terhadap pelaku UMKM lokal, produsen dalam negeri hingga pemerintah setempat. Minimarket memberikan ruang bagi pedagang kecil untuk berjualan sebagai tenant di teras tokonya dengan harga sewa yang terjangkau.

Bagi home industry perusahaan juga memberi kesempatan kepada pengusaha lokal untuk menjadi pemasok produk Home Brand Private Label (HBPL).

Kontribusi terrhadap pemerintah antara lain pada pos pendapatan negara melalui Pajak Penambahan Nilai (PPN) dari setiap transaksi di toko dan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui PBB, IMB, Pajak Reklame, Retribusi, dan lainnya.

Lalu bagaimana kehadiran Alfamart di kota Bima sendiri.
Menurut Penulis.sebelum Alfamart sudah berdiri toko-toko ritel besar seperti Bolly Mart,Hokky Mart,SMA yes,Marina Mart dan ritel modern lainnya. Di era ekonomi global Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) seperti saat ini kita tidak bisa lagi melarang orang untuk membuka usahanya.

Kita harus melihat dari berbagai sudut pandang bahwa kehadiran Alfamart atau perusahaan ritel mana saja itu tergantung di kebijakan pemerintah setempat. Karena pemerintah ingin yang terbaik untuk masyarakat nya seperti pembukaan lapangan kerja baru.

Berbicara usaha kecil tidak laku Karena Alfamart pun Tidak sepenuhnya benar Karena apa yg di jual di Alfamart tentu ada juga dijual di Bolly Mart,SMA Yes,Hokky Mart dan lain-lain.

Justru kehadiran Alfamart akan memberikan efek positif terhadap ritel-ritel yang ada,persaingan harga yang stabil dan akan saling memberikan pelayanan terbaik demi untuk menarik pelanggan.beda halnya bila penjual itu sedikit maka akan semaunya menaikan harga (monopoli).dengan banyaknya minimarket maka kebutuhan masyarakat akan mudah terpenuhi,perputaran uang semakin cepat.

Kemudian yang menarik juga bahwa pemerintah harus menjadi jembatan bagi masyarakat pelaku usaha kecil untuk menjalin kerja sama atau kemitraan dengan Alfamart dengan membantu menjualkan produk-produk lokal.

Alfamart bisa diajak untuk menjalin kemitraan dengan warung kecil untuk menyuplai barang dagangan.
nantinya warung kecil dapat membeli barang dagangannya di Alfamart. Dengan demikian, harga barang di warung kecil akan sama murahnya dengan minimarket.

Dalam kerja sama tersebut, pedagang warung kecil bisa dapat harga khusus ada kartu khusus kemitraan yang harus ditunjukkan saat membeli di Alfamart.

Maka tugas pemerintah adalah memastikan bahwa kehadiran Alfamart harus memberi nilai positif bagi UKM yg ada di kota bima.banyak produk-produk lokal yg berpotensi tapi tidak terkenal Karena faktor promosi, pemasaran dan tempat yg Tidak strategis maka dengan adanya Alfamart nanti bisa dijadikan tempat penitipan produk lokal untuk dijual dengan bagi hasil misalnya. Yang kedua karyawan harus dr orang sekitar atau kota Bima.

Kita tidak bisa terus menutup diri dari perkembangan zaman dan persaingan ekonomi.
kita harus bersikap optimis bahwa perubahan itu akan selalu ada kita harus terbiasa.

Masalah belanja dimana itu tergantung kita sebagai konsumen.kalaulah sekiranya belanja kecil- kecilan bisa berbelanja di kios-kios kecil atau tetangga bila memang apa yang di jual di Alfamart itu ada di jual di kios-kios dekat rumah kita walau beda seribu dua ribu.

Kesimpulan nya adalah pemerintah yang memberi ijin harus memastikan bahwa kehadiran Alfamart dan mart mart besar lainya harus mampu memberikan kontribusi bagi warga kota Bima baik ukm-nya maupun warganya. Harus ada sistim kontrol yang teratur dari pemerintah dalam waktu tertentu apakah benar perusahaan tersebut menjalankan apa yang menjadi syarat membuka cabangnya di kota Bima,bila dalam operasional nya nanti ada pelanggaran maka pemerintah harus bertindak dengan tegas.

You may also like

Leave a Comment