Home GovernmentGovernment Usai MoU dengan Jabar, Bang Zul Teken PKS dengan Gubernur Bali

Usai MoU dengan Jabar, Bang Zul Teken PKS dengan Gubernur Bali

by admin

Visioner, Denpasar

Setelah pada Desember 2020 lalu Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E.,M.Sc melakukan penandatangan kerjasama MoU dengan Gubernur Jabar terkait pengembangan antar kedua provinsi.

Hari ini (31/03/2021) Bang Zul sapaan akrabnya, kembali melakukan penanda tanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster teken Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bidang Pariwisata, Perhubungan, Perindustrian, Perikanan dan Kelautan, Perdagangan, dan Koperasi.

“I Wayan Koster ini sahabat lama, dulu bersama-sama tiga periode di DPR RI. Kali ini saya datang membawa Kepala Dinas untuk berbuat kongkrit yakni bangun kerja sama berkolaborasi bangun daerah,” ungkap Bang Zul, usai penandatanganan PKS di Rumah Jabatan Gubernur Bali, di Komplek Jayasabha, Denpasar Bali.

Bang Zul menegaskan, daerah itu tidak boleh lagi berfikir win lose, melainkan harus win-win. Artinya, jangan sampai NTB, Bali dan NTT ada persaingan, mendapatkan bagian sendikit dan ada yang menang dan kalah. Tapi harus berfikir saling  membantu, tidak boleh ada yang tersenyum dan ada yang menangis.

“Iya harus saling mengisi dan menguntungkan, bukan saling menjatuhkan,” Imbuh Gubernur yang digadang-gadang berbagai kalangan masuk bursa Pilpres 2024 ini

Politisi kawakan PKS ini pun menegaskan tidak ingin mendengar jika ada kasus-kasus yang terjadi antar kedua provinsi. Seperti misalnya Speedboat yang membawa wisatawan, tidak boleh lagi ada larangan masuk, baik ke NTB maupun Bali. Namun tetap atas rekomendasi Bali nanti akhirnya bisa ke NTB, atau sebaliknya.

“Di bidang pariwisata, kita ingin saling membantu. Pada saat yang sama juga, bantu lah NTB dan NTT. Jangan sampai ada lagi  tidak boleh masuk Bali, NTB maupun NTT,” ujar mantan Ketua Umum Senat UI itu.

Gubernur Bali, I Wayan Koster mengaku, secara alamiah, sebenarnya kerja sama sudah berlangsung lama. Baik secara historis maupun geografis, serta tuntutan perkembangan zaman tidak mungkin berjalan sendiri, sehingga harus berkolaborasi.

“Inisiatif gubernur NTB dan Bali di awal ini sesuatu yang sangat baik dalam rangka percepatan pembangunan di masing-masing daerah dan mendapatkan manfaat bagi masyarakat. Pada akhirnya, tujuan pemimpin dan pembangunan daerah merupakan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Menyinggung event MotoGP di Mandalika Lombok, dalam waktu dekat akan menjadi pembicaraan khusus bahwa Pemprov Bali akan mendukung bidang transportasi dan akomodasi.

Begitu halnya dengan pariwisata, di ambil tema khusus, saat bertemu Presiden, bahwa Bali, NTB dan NTT akan berkolaborasi saling mendukung.

“Supaya pengembangan pariwisata bisa berjalan secara tematik, yang menjadi ke hasan dan potensi masing-masing daerah, jelas butuh kolaborasi. Terlebih NTB sangat banyak spot daerah yang perlu dikembangkan dan didukung,” tutupnya. (TGoY)

You may also like

Leave a Comment