Home Featured Bang Najam: Kebijakan Final Mudik NTB, Adaptif dan Win-Win Solution!

Bang Najam: Kebijakan Final Mudik NTB, Adaptif dan Win-Win Solution!

by admin

Mataram, Visioner-

Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos, MM, menyampaikan bahwa kebijakan final terkait mudik yang diambil oleh Pemprov NTB merupakan keputusan terbaik, yang didasarkan sikap adaptif dan win-win solution Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, dengan telah mempertimbangkan banyak aspek.

Sebelumnya, pada tanggal 30 April 2021 lalu. Pemerintah Provinsi NTB telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 550/05/KUM/Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H Dalam Masa Pandemi Virus Desease 19 (Covid-19) di Provinsi Nusa Tenggara Barat. SE tersebut merujuk pada SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Termasuk merujuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Idul Fitri 1442H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tentu setiap provinsi memiliki kondisi yang berbeda. Itulah sebabnya pemprov NTB mencoba mengakomodir harapan masyarakat. Sambil mengusulkan kepada Pemerintah Pusat bahwa NTB ini terdiri dari dua pulau dengan jarak yang sangat berdekatan saja,” ujar pria yang akrab disapa Bang Najam ini.

Bahkan, keinginan mengakomodir kebiasaan mudik masyarakat di wilayah NTB tersebut disampaikan langsung pada Mendagri saat kunjungan kerja di NTB. Termasuk, ditanyakan oleh awak media kepada Mendagri. Dan sangat difahami oleh Mendagri saat itu. Karena faktanya kondisi serta tipikal mudik antara kab/kota di dalam wilayah NTB berbeda jauh dengan kondisi Pulau Jawa atau tempat lainnya.

“Jadi, munculnya edaran mudik lokal NTB dengan ketentuan prokes dan pembatasan sampai 70% kapasitas moda angkutan. Merupakan cara Gubernur NTB dalam menjemput perasaan rakyatnya, yang rindu berlebaran bersama handai taulan/keluarga. Karena, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat saja hampir tiada berjarak. Begitu juga kab/kota lainnya seperti Lotim dan KSB yang berjarak hanya 1,5 jam penyebrangan,” imbuh Bang Najam.

Namun menurutnya, Gubernur NTB pun harus sekaligus mendengarkan juga arahan Presiden, Satgas Covid-19 Pusat/Daerah, Forkominda NTB (Danrem, Kapolda, dll), Walikota/Bupati se-NTB. Termasuk memperhatikan secara seksama, keadaan kekinian perkembangan Covid-19 di NTB. Bahkan, perkembangan terakhir penyebaran covid-19 terkini di NTB yang semakin membahayakan. Sehingga tidak ada pilihan lain, kecuali menutup penyeberangan sebagaimana dianjurkan oleh pemerintah pusat.

“Tapi naluri pemimpin kita (Gubernur NTB, red) juga sangat terasah. Melihat kondisi dari hari ke hari kondisi penyebaran pandemi Covid-19 ini terus meningkat. Serta adanya Instruksi Presiden agar Covid-19 tidak mewabah seperti di India dan beberapa negara lainnya. Pun menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan terkini. Negara kita adalah negara kepulauan. Konektivitasnya pelabuhan dan bandara pun harus kembali diperketat. Karena Prokes Covid-19 yang dikawal aparat TNI/Polri dan Gugus Tugas pun saat ini seolah tak diindahkan warga yang mudik. Lihatlah kerumunan di pusat perbelanjaan dan lainnya yang susah sekali dihindarkan,” jelas Bang Najam.

Sehingga, Gubernur NTB bersama-sama Kapolda NTB, Danrem 162/Wirabhakti, dan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB akhirnya menambahkan addendum dan memperbaharui edaran sebelumnya. Warga NTB sangat dianjurkan tidak mudik. Namun, kalaupun harus mudik karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari maka pelabuhan Kayangan-Tano akan dibuka sampai dengan tanggal 8 Mei 2021 Pukul 00.00 Wita. Jadi diperpanjang dua hari lebih lama. Dengan tetap wajib menjalankan Prokes Covid-19 yang ketat. Setelah nya sampai tanggal 17 Mei 2021 Pelabuhan dan Bandara ditutup. Kecuali untuk urusan-urusan tertentu sesuai dengan edaran Menteri Perhubungan RI.

“Ini adalah keputusan final yang terbaik, adaptif dan win-win solution. Semoga Bencana Pandemi Covid-19 ini cepat berlalu. Itu doa dan harapan kita bersama. Bukan sekedar harapan pemimpin semata. Antara menjaga harapan dan melakukan pembatasan ini semata-mata ditujukan bagi kebaikan dan kemaslahatan bersama,” tandas Bang Najam (TGoY)

You may also like

Leave a Comment